INFO
📢 SELAMAT DATANG DI AREABOLA BANDAR JUDI BOLA SBOBET , TOGEL , CASINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA , NIKMATI EVENT DAN BONUS MENARIK SETIAP HARINYA !!

Italia Sebenarnya Punya Peluang, tapi Kecolongan Serangan Balik Belgia

Areabola Italia punya peluang tetapi kecolongan serangan balik Belgia di UEFA Nations League 2026

Areabola – Timnas Italia harus mengawali perjalanan mereka di UEFA Nations League 2026/2027 dengan hasil mengecewakan. Bermain di Stadio Olimpico, Roma, Gli Azzurri kalah 0-2 dari Belgia pada 25 September 2026. Hasil ini sekaligus menandai pertandingan pertama Roberto Mancini sejak kembali menangani tim nasional Italia.

Italia sebenarnya memiliki fase-fase permainan yang menjanjikan dan berusaha membangun serangan dengan sabar. Namun, Belgia tampil lebih efektif ketika mendapatkan ruang. Transisi cepat Setan Merah beberapa kali membuat pertahanan tuan rumah berada dalam situasi sulit.

Gol Mika Godts pada menit ke-20 membuka keunggulan Belgia, sebelum Dodi Lukebakio pada menit ke-69 memperbesar keunggulan tim tamu menjadi 2-0.

Italia Berusaha Mengontrol Permainan

Italia memasuki pertandingan dengan semangat baru setelah Roberto Mancini kembali ke kursi pelatih. Sebelum pertandingan, Mancini menegaskan pentingnya mendapatkan hasil sekaligus membangun kembali hubungan positif antara Gli Azzurri dan pendukung mereka.

Di lini tengah, Italia memainkan kombinasi Nicolò Barella, Sandro Tonali dan Alessandro Romano. Romano mendapat kesempatan melakukan debut bersama tim senior Italia.

Gli Azzurri mencoba mengembangkan permainan melalui penguasaan bola dan pembangunan serangan dari lini belakang.

Namun, pendekatan tersebut juga membawa risiko.

Ketika kehilangan bola dalam posisi pemain sedang naik, ruang di belakang lini tengah Italia dapat dimanfaatkan Belgia untuk melancarkan serangan cepat.

Belgia Menghukum Kesalahan Italia

Belgia tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk memberikan pukulan.

Pada menit ke-20, Mika Godts berhasil membawa Belgia unggul. Gol tersebut membuat Italia harus mengejar pertandingan dan semakin berani mendorong lebih banyak pemain ke depan.

Situasi tersebut membuat pertandingan menjadi semakin terbuka.

Italia memiliki kesempatan untuk membangun serangan, tetapi Belgia terlihat berbahaya setiap kali berhasil melewati tekanan pertama tuan rumah.

Inilah salah satu masalah terbesar Italia sepanjang pertandingan: ketika struktur mereka terbuka, Belgia mampu bergerak dengan cepat menuju pertahanan Gli Azzurri.

Peluang Ada, Gol Tidak Datang

Italia bukan tanpa kesempatan.

Gli Azzurri berusaha meningkatkan intensitas setelah tertinggal. Mancini mempunyai sejumlah pilihan penyerang seperti Pio Esposito, Moise Kean, Giacomo Raspadori dan Gianluca Scamacca dalam skuad pertandingan.

Masalahnya, usaha Italia tidak menghasilkan gol yang dibutuhkan.

Pertandingan ini kembali memperlihatkan pentingnya efektivitas di sepertiga akhir. Menguasai fase permainan atau mampu membawa bola menuju area lawan tidak akan banyak berarti apabila kesempatan yang tercipta gagal diselesaikan.

Belgia justru memberikan contoh sebaliknya.

Mereka tidak selalu harus mendominasi setiap fase pertandingan untuk memberikan ancaman.

Serangan Balik Belgia Jadi Masalah

Ketika Italia mencoba mengejar ketertinggalan, mereka harus mengambil risiko lebih besar.

Bek dan gelandang mulai bermain lebih tinggi. Ruang yang muncul kemudian memberikan kesempatan kepada Belgia untuk menyerang melalui transisi.

Belgia datang ke pertandingan ini di bawah pelatih baru Mark van Bommel, yang sebelum pertandingan mengatakan ingin timnya bukan hanya menang, tetapi juga mampu mendominasi permainan.

Pada praktiknya, salah satu senjata yang paling merugikan Italia adalah kemampuan Belgia mempercepat permainan ketika ruang tersedia.

Satu umpan yang mampu melewati tekanan Italia dapat langsung mengubah situasi menjadi serangan berbahaya.

Lukebakio Pastikan Kemenangan Belgia

Italia terus berusaha mendapatkan gol penyeimbang, tetapi justru Belgia yang kembali mencetak gol.

Pada menit ke-69, Dodi Lukebakio mencetak gol kedua Belgia. Gol tersebut membuat tugas Italia semakin berat dan pada akhirnya menjadi gol terakhir pertandingan.

Belgia pulang dengan kemenangan 2-0, sementara Italia harus menerima kekalahan pada pertandingan pembuka mereka di Nations League.

Bagi Mancini, hasil tersebut tentunya bukan awal yang diinginkan dalam periode keduanya bersama Gli Azzurri.

Mancini Punya Banyak Pekerjaan Rumah

Pertandingan menghadapi Belgia memberikan beberapa hal yang harus segera dievaluasi Italia.

Pertama adalah keseimbangan ketika menyerang. Jika terlalu banyak pemain berada di depan bola, Italia berisiko kehilangan perlindungan ketika penguasaan bola berpindah.

Kedua adalah efektivitas serangan.

Italia perlu menemukan kombinasi lini depan yang mampu mengubah periode penguasaan bola menjadi peluang bersih dan kemudian menjadi gol.

Ketiga adalah koordinasi ketika melakukan counter-pressing. Setelah kehilangan bola, beberapa detik pertama sangat penting untuk mencegah lawan menjalankan serangan balik.

Hal-hal tersebut menjadi semakin penting karena jadwal Nations League Italia cukup padat.

Italia Harus Segera Bangkit

Gli Azzurri tidak mempunyai banyak waktu untuk memikirkan kekalahan ini.

Italia selanjutnya dijadwalkan menghadapi Turki pada 28 September, sebelum bertandang menghadapi Prancis pada 2 Oktober. Grup A1 sendiri dihuni Italia, Belgia, Prancis dan Turki.

Dua pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan bagi Mancini untuk melakukan penyesuaian.

Kekalahan dari Belgia menunjukkan bahwa Italia masih membutuhkan keseimbangan antara keinginan menguasai pertandingan dan kemampuan mengantisipasi transisi lawan.

Areabola: Italia Harus Lebih Efektif

Areabola melihat kekalahan ini bukan semata persoalan Italia tidak mampu menyerang.

Gli Azzurri memiliki periode ketika mereka bisa membawa permainan ke wilayah Belgia. Permasalahan yang lebih terlihat adalah bagaimana mereka mengubah penguasaan dan peluang menjadi gol, sekaligus menjaga struktur ketika bola hilang.

Belgia mampu memanfaatkan situasi tersebut dengan lebih efektif.

Gol Mika Godts pada menit ke-20 membuat Italia harus membuka permainan, kemudian gol Dodi Lukebakio pada menit ke-69 memastikan kemenangan 2-0 untuk Belgia.

Untuk Italia, kekalahan ini menjadi peringatan awal di era kedua Roberto Mancini: menciptakan peluang saja belum cukup. Mereka juga harus lebih klinis di depan gawang dan lebih siap ketika lawan melancarkan serangan balik.