INFO
📢 SELAMAT DATANG DI AREABOLA BANDAR JUDI BOLA SBOBET , TOGEL , CASINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA , NIKMATI EVENT DAN BONUS MENARIK SETIAP HARINYA !!

Portugal di Bawah Jorge Jesus: Menyerang, Pressing, Tak Membiarkan Lawan Bernapas

Areabola Portugal di bawah Jorge Jesus tampil menyerang dan melakukan pressing tinggi saat menghadapi Wales

Areabola – Era baru Timnas Portugal bersama Jorge Jesus dimulai dengan kemenangan. Portugal mengalahkan Wales 1-0 pada laga pembuka UEFA Nations League 2026/2027 di Estádio José Alvalade, Lisbon, dengan João Félix mencetak gol penentu pada menit ke-22.

Skornya memang tipis, tetapi pertandingan pertama Jorge Jesus sudah memperlihatkan sejumlah perubahan dalam permainan Portugal. Seleção mencoba bermain lebih ofensif, menekan tinggi, merebut bola secepat mungkin, dan menjaga jarak antarlini tetap rapat.

Identitas Jorge Jesus Mulai Terlihat

Portugal belum sepenuhnya sempurna. Jorge Jesus sendiri mengakui timnya kurang nyaman pada sekitar 15 menit pertama karena pendekatan Wales berbeda dari perkiraan awal staf pelatih. Setelah Portugal menyesuaikan struktur pressing terhadap bentuk permainan Wales, mereka mulai lebih mampu mengontrol pertandingan.

Yang menarik adalah identitas permainan yang ingin dibangun Jesus sudah mulai terlihat meski waktu latihan bersama tim nasional relatif terbatas.

João Félix menggambarkan pendekatan tersebut sebagai sepak bola yang sangat menyerang dengan pressing agresif dan keinginan untuk tidak memberikan lawan waktu mengembangkan permainan. Portugal bahkan melepaskan 13 tembakan pada babak pertama.

Pressing Tinggi Jadi Senjata Portugal

Salah satu perubahan paling menarik berada pada cara Portugal bertahan.

Ketika Wales mencoba membangun serangan dari belakang, Portugal tidak sekadar menunggu di area sendiri. Para pemain maju untuk memberikan tekanan langsung kepada pemain yang menguasai bola.

Analisis taktik pertandingan menunjukkan Portugal beberapa kali menerapkan pressing berorientasi pemain. Pedro Neto, Cristiano Ronaldo, João Félix dan gelandang Portugal memiliki tugas menutup opsi umpan Wales, sementara lini belakang ikut bergerak naik agar jarak antarlini tetap sempit.

Dalam fase tertentu, struktur tanpa bola Portugal berubah menyerupai 4-4-2, dengan Félix mendampingi Ronaldo di lini pertama pressing. Ketika satu pemain maju memberikan tekanan, pemain dari lini berikutnya juga ikut bergerak sehingga Wales tidak mendapatkan ruang besar di antara lini.

João Félix Jadi Kunci Sistem Baru

João Félix menjadi salah satu pemain yang paling diuntungkan oleh pendekatan Jorge Jesus.

Alih-alih terus berada sebagai penyerang paling depan, Félix mendapatkan kebebasan turun ke ruang di antara lini tengah dan pertahanan Wales.

Cristiano Ronaldo cenderung menahan bek lawan di garis terakhir. Kondisi tersebut membuka ruang bagi Félix untuk turun, menerima bola dan menghubungkan permainan Portugal.

Pergerakan itulah yang kemudian ikut menghasilkan gol kemenangan.

Pada menit ke-22, Félix menerima bola di area berbahaya dan tembakannya membawa Portugal unggul 1-0. Ia kemudian terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan.

Félix sendiri mengatakan posisi second striker merupakan peran yang terasa paling natural baginya dan membuatnya lebih mudah memberikan kontribusi kepada tim.

Ronaldo Tetap Menjadi Titik Serangan

Cristiano Ronaldo masih mendapatkan kepercayaan sebagai starter.

Kehadirannya bukan hanya digunakan untuk mencari gol. Posisi Ronaldo di garis pertahanan terakhir juga membantu membuka ruang bagi Félix, Bruno Fernandes, Nuno Mendes dan pemain Portugal lainnya.

Ronaldo memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol. Salah satu peluang terbaik datang pada awal babak kedua, tetapi tembakannya melambung. Ia kemudian sempat mencetak gol sebelum dianulir VAR karena berada dalam posisi offside.

Sekitar 25 menit sebelum pertandingan berakhir, Jorge Jesus mengganti Ronaldo dengan Gonçalo Ramos.

Jesus menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan kebutuhan mendapatkan pemain yang lebih segar untuk melakukan pressing pada fase akhir pertandingan.

Keputusan tersebut memberikan gambaran bahwa dalam sistem barunya, pressing dan kebutuhan taktis dapat memengaruhi pergantian pemain, termasuk untuk pemain sebesar Ronaldo.

Portugal Gunakan Struktur Serangan Dinamis

Saat menguasai bola, Portugal juga menunjukkan beberapa pola menarik.

Rúben Neves dapat turun di antara bek tengah untuk membantu proses build-up. Situasi tersebut menghasilkan keunggulan jumlah pemain ketika Wales mencoba melakukan pressing dengan dua pemain depan.

Vitinha kemudian menjadi salah satu penghubung di lini tengah, sementara Bruno Fernandes bergerak ke area dalam dan Nuno Mendes mendapatkan ruang untuk naik melalui sisi kiri.

Ronaldo tetap berada dekat garis terakhir pertahanan lawan sehingga bek Wales tidak bisa terlalu agresif meninggalkan posisinya.

Hasilnya, Portugal memiliki beberapa cara menyerang: melalui kombinasi tengah, pergerakan Félix di antara lini maupun penetrasi pemain sayap dan full-back.

Masih Ada Kekurangan yang Harus Diperbaiki

Kemenangan 1-0 tidak berarti permainan Portugal tanpa masalah.

Wales justru mampu memberikan tekanan pada sekitar 20 menit terakhir pertandingan. Salah satu kesempatan terbaik datang melalui Brennan Johnson, yang melihat upayanya mengenai tiang setelah melewati Diogo Costa.

Portugal juga gagal mengubah banyak kesempatan menjadi gol tambahan.

Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah Jorge Jesus. Sistem dengan pressing agresif membutuhkan koordinasi tinggi karena satu pemain yang terlambat bergerak dapat menciptakan ruang bagi lawan.

Selain itu, intensitas seperti ini juga menuntut kondisi fisik yang baik sepanjang pertandingan.

Jorge Jesus Belum Puas Sepenuhnya

Jorge Jesus menilai gagasan permainan Portugal sudah terlihat cukup baik untuk pertandingan pertamanya, tetapi ia juga mengatakan beberapa pemain masih dapat tampil lebih baik secara individual.

Ia beberapa kali terlihat aktif memberikan instruksi dari pinggir lapangan ketika posisi pemain tidak sesuai dengan struktur yang diinginkannya.

Hal tersebut cukup masuk akal mengingat sistem baru membutuhkan waktu.

Berbeda dengan pekerjaan di level klub, pelatih tim nasional memiliki periode latihan jauh lebih pendek. Karena itu, pertandingan melawan Wales baru memberikan gambaran awal mengenai seperti apa Portugal yang ingin dibentuk Jorge Jesus.

Ujian Berikutnya: Norwegia

Setelah mengalahkan Wales, Portugal akan menghadapi tantangan berbeda melawan Norwegia.

Pertandingan tersebut akan menarik karena sistem pressing tinggi Portugal harus berhadapan dengan lawan yang memiliki ancaman berbeda, termasuk Erling Haaland. Analisis pertandingan pertama juga menilai laga melawan Norwegia akan memberikan ujian baru terhadap struktur yang dibangun Jesus.

Jesus kemungkinan masih membutuhkan beberapa pertandingan sebelum sistemnya benar-benar matang.

Namun, kemenangan atas Wales sudah memberikan gambaran mengenai arah yang ingin dituju.

Areabola: Portugal Memulai Era Baru yang Menarik

Areabola melihat pertandingan pertama Jorge Jesus sebagai indikasi awal perubahan identitas Portugal, bukan bukti bahwa sistem tersebut sudah sempurna.

Portugal ingin lebih agresif. Mereka mencoba merebut bola lebih cepat, mempertahankan garis permainan yang rapat dan langsung menyerang ketika menemukan ruang.

João Félix menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam struktur tersebut, sementara Ronaldo tetap menjadi titik penting di lini depan.

Jika Portugal mampu meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir dan mempertahankan intensitas pressing sepanjang pertandingan, gaya permainan Jorge Jesus berpotensi menghasilkan tim yang jauh lebih agresif dibanding sekadar mengandalkan penguasaan bola.

Kemenangan Portugal 1-0 Wales menjadi langkah pertama. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan identitas tersebut ketika menghadapi lawan yang memiliki kualitas dan karakter permainan berbeda.