Areabola – Kekecewaan besar menyelimuti Timnas Italia setelah dipastikan gagal tampil di Piala Dunia 2026. Gli Azzurri tersingkir secara dramatis dari Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti pada final playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Pertandingan berlangsung sangat berat bagi Italia. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. Bosnia-Herzegovina keluar sebagai pemenang dengan skor 4-1 dalam babak tos-tosan.
Pelatih Italia saat itu, Gennaro Gattuso, tak menyembunyikan rasa kecewanya. Namun, ia menegaskan bahwa para pemain telah memberikan semua kemampuan mereka untuk mencoba membawa Italia kembali ke panggung Piala Dunia.
Italia Harus Bermain dengan 10 Pemain
Situasi semakin sulit bagi Gli Azzurri ketika Alessandro Bastoni mendapatkan kartu merah pada menit ke-40.
Italia pun harus menjalani sebagian besar pertandingan dengan sepuluh pemain. Meski kalah jumlah, pasukan Gattuso tetap berusaha mempertahankan peluang mereka hingga pertandingan memasuki adu penalti.
Menurut Gattuso, kondisi tersebut membuat perjuangan para pemainnya semakin layak mendapatkan apresiasi.
Ia mengakui timnya sangat terpukul oleh hasil akhir, tetapi merasa para pemain sudah menunjukkan gairah dan perjuangan besar sepanjang pertandingan.
Gattuso: Para Pemain Sudah Memberikan Segalanya
Selepas pertandingan, Gattuso memilih melindungi para pemainnya dari kritik.
Ia menilai kegagalan tersebut tidak boleh menghapus kerja keras yang sudah diperlihatkan Gli Azzurri.
Gattuso mengatakan dirinya bangga melihat para pemain terus berjuang meski berada dalam situasi sulit. Dalam pernyataan setelah laga, ia menegaskan bahwa para pemain telah memberikan segala yang mereka miliki untuk tim nasional.
Kekalahan melalui adu penalti membuat hasil akhirnya semakin menyakitkan karena Italia mampu bertahan hingga akhir meski bermain dengan sepuluh pemain.
Kekecewaan Besar untuk Sepak Bola Italia
Kegagalan tersebut memiliki arti besar bagi sepak bola Italia.
Gli Azzurri kini tercatat gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, setelah sebelumnya juga tidak berhasil lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022.
Bagi negara dengan sejarah besar di kompetisi tersebut, catatan itu menjadi pukulan berat.
Italia merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan empat gelar. Namun, mereka belum kembali tampil di putaran final sejak Piala Dunia 2014.
Adu Penalti Menjadi Akhir Perjalanan
Setelah skor 1-1 tidak berubah, harapan Italia bergantung pada adu penalti.
Namun, Bosnia-Herzegovina tampil lebih efektif dalam situasi tersebut dan memenangkan adu penalti 4-1.
Bagi Gattuso, hasil itu terasa semakin sulit diterima karena ia menilai timnya telah mengerahkan tenaga, determinasi, dan semangat sampai akhir.
Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf karena gagal membawa Italia kembali ke Piala Dunia, tetapi tetap meminta agar perjuangan para pemain dihargai.
Pemain Italia Tak Layak Menanggung Semua Kritik
Dalam situasi seperti ini, kritik terhadap pemain dan staf pelatih sulit dihindari.
Namun, Gattuso secara khusus membela skuadnya.
Menurutnya, para pemain tidak pantas dinilai hanya berdasarkan hasil akhir pertandingan tersebut. Italia menghadapi situasi sulit setelah kehilangan satu pemain tetapi masih mampu memaksakan pertandingan hingga adu penalti.
Gattuso ingin publik melihat perjuangan yang terjadi di lapangan, bukan sekadar skor akhir.
Italia Harus Bangkit
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi titik penting bagi Italia untuk melakukan evaluasi.
Gli Azzurri mempunyai tradisi besar dan tetap memiliki banyak pemain berbakat. Namun, tiga kegagalan beruntun mencapai putaran final Piala Dunia menunjukkan bahwa Italia membutuhkan perubahan agar dapat kembali bersaing secara konsisten di level internasional.
Kekecewaan dari playoff melawan Bosnia-Herzegovina tidak dapat diubah.
Tantangannya adalah bagaimana sepak bola Italia menggunakan kegagalan tersebut sebagai dasar untuk membangun generasi berikutnya.
Areabola: Italia Kalah, tetapi Perjuangan Tak Bisa Diabaikan
Areabola mencatat bahwa hasil akhir memang menjadi ukuran utama dalam sebuah kompetisi. Italia gagal mencapai target terbesarnya: lolos ke Piala Dunia 2026.
Namun, pertandingan melawan Bosnia-Herzegovina juga memperlihatkan sebuah tim yang terus berusaha meskipun bermain dengan sepuluh pemain sejak akhir babak pertama.
Gattuso menilai anak asuhnya telah memberikan segalanya. Baginya, kerja keras, semangat dan komitmen yang diperlihatkan para pemain tidak seharusnya hilang hanya karena kekalahan melalui adu penalti.
Kini Italia harus membuka lembaran baru.
Gli Azzurri mungkin gagal menuju Piala Dunia 2026, tetapi perjalanan untuk mengembalikan nama besar sepak bola Italia harus segera dimulai.
